081225617934
MUROJA'AH RUTIN, KHOTMIL QURAN DAN PELANTIKAN PC JQH NU BOYOLALI

MUROJA'AH RUTIN, KHOTMIL QURAN DAN PELANTIKAN PC JQH NU BOYOLALI

Pimpinan Cabang Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU Kabupaten Boyolali dilantik oleh Ketua Umum PW JQH NU Jawa Tengah pada hari Sabtu 11 Juli 2026 M. Kegiatan berlangsung di Pesantren Tahfizh Jami'atul Qurro (PTJQ) Sukorejo Andong Boyolali pimpinan KH M. Mahfudz Alhafizh. Pesantren ini memiliki lembaga pendidikan formal hingga tingkat menengah atas (aliyah) dan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk perkuliahan santrinya. 

Acara dihadiri pula Pimpinan Cabang JQH NU se Solo Raya meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Kota Surakarta.

Dilatik Selaku Rois Majlis Ilmi KH Muh. Mahfudz Alhafizh dan Ketua Dewan Organisasi KH M Zaidun Alqusyairi beserta seluruh pimpinan cabang.  Acara diawali dengan Murojaah Rutin oleh 680 anggota JQH yang dibagi dalam 10 Majlis dan  Doa Khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan Mahalul Qiyam bersama Tim Rebana santri PTJQ.

Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan PW JQH NU oleh Sekretaris Umum Dr. H. Andi P. Amir. Selanjutnya, Prof Ali Imron membaiat  dan memimpin pembacaan ikrar pimpinan baru.

Hadir pula KH Joko Parwoto, ST Alhafizh dari jajaran musyasyar. Dalam sambutannya Kiai Joko mengucapkan rasa syukurnya dan mengingatkan mukjizat al Quran yang luar biasa. Nuansa hijau para huffazh dan qurra menurut Kiai Joko menjadi simbol surga dan kebaikan, sehingga semoga JQH NU menjadi ruh dan nyala kegiatan PCNU Boyolali ke depan.

Prof Ali Imron dalam sambutan pengarahannya menyampaikan syukur dan ucapan selamat, serta terima kasih atas kesediaan bersama berjuang dalam dakwah al Quran. Tidak lupa Prof Ali mengingatkan status JQH NU sebagai badan otonom NU yang bertugas ngopeni hal- hal yang terkait  al Quran.

Beberapa tugas yang ringan di antaranya antara lain, pertama, bagaimana caranya anak cucu dan keluarga bisa membaca al Quran dengan baik.  Selanjutnya, meluaskan dakwah al Quran ke masyarakat sekitar. Kedua, bagaimana upaya berdakwah agar umat bisa melaksanakan shalat dengan baik dan benar.
Ketiga, Prof Ali mengingatkan penguatan organisasi melalui pembentukan PAC di 22 kecamatan. Selanjutnya program kerja  agar dilaksanakan dengan maksimal agar kiprah dan kontribusi JQH semakin dirasakan oleh anggota dan umat.
Keempat, Prof Ali mengingatkan perlunya penguatan kemandirian organisasi di sisi ekonomi.


 

Share This

Comments