081225617934
KHOTMIL QURAN BIL HIFZHI XII PP ZHILALUL QURAN JEPARA

KHOTMIL QURAN BIL HIFZHI XII PP ZHILALUL QURAN JEPARA

Sejumlah Kiai dari Pimpinan Wilayah Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU Provinsi Jawa Tengah menghadiri peringatan Hari Lahir ke- 18 dan Khotmil Quran bil Hifzhi ke-12 Pondok Pesantren Zhilalul Quran pada hari Rabu 19 Agustus 2026. Acara tersebut dilaksanakan di kompleks  pesantren di Desa Raguklampiran Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Khotmil Quran dimulai ba’da shalat zhuhur dan  diikuti 100 hafizh/ ah baru.

Rangkaian acara diawali dengan kirab para khotimin dilanjutkan Khotmil Quran, Tahlil, dan Doa. Setelah Lagu Indonesia Raya, Syubanul Wathan, dan Mars Zhilalul Quran, Shahibul Ma’had KH Hasyim Sila Alhafizh menyampaikan sambutan berisi ucapan terima kasih kepada semua tamu undangan, serta rasa syukur dan apresiasi kepada para hafizh/ah baru dan orang tuanya. Tidak lupa Kiai Hasyim menyampaikan perkembangan pesantrennya yang kini memiliki 2000-an santri, terdiri dari 1.500-an santri mukim dan 500 santri tidak menetap.

Wakil orang tua khotimin menyampaikan syukur dan ucapan terima kasih kepada pesantren atas gemblengan Kiai Hasyim Sila dan para asatidz. Mereka juag merasa senang karena selain mengaji, para santri bisa mengikuti pendidikan formal yang tersedia di pesantren mulai jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga kuliah yang bekerjasama dengan perguruan tinggi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen dalam sambutan tertulis yang dibacakan pejabat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Harun Arrosyid, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada keluarga besar Zhilalul Quran. Para penghafal al Quran memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu Wagub juga memberi apresiasi kepada 100 khotimin masing- masing Rp 1.000.000,00.

Kapolres Jepara AKBP Dr. Hadi Kristanto, S.I.K., M.M juga tampak hadir dalam acara serta memberikan bisyaroh apresiasi kepada para hafizh/ah baru. Pejabat Baznas Kabupaten Jepara juga hadir dan menyampaikan bisyaroh apresiasi. Dari jajaran pemerintah, hadir sejumlah unsur  forkompinda Kabupaten Jepara, perwkailan Kantor Kemenag, Camat Batealit, hingga pejabat pemerintahan desa. Yang menarik, hadir sejumlah tokoh lintas agama dari pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara.

Hadir pula di tempat duduk VIP, para Kiai dari Jepara dan sekitarnya termasuk ketua PCNU Kabupaten Jepara beserta pimpinan badan otonom dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hadir pula Staf Ahli Rektor Universitas Wahid Hasyim dan Dekan Fakultas Agama Islam didampingi  para dosen.

KH Yusuf CHudori (Gus Yusuf) dari Tegalrejo Kabupaten Magelang yang terjadwalkan hadir memberi tausyiah harus berhalangan karena mendadak ada dawuh dari para Masyayikh Lirboyo. Sebagai penggantinya, Syekh Ibrahim Alhafizh dari Sukabumi menyampaikan pesan- pesan penting kepada para khotimin. Pesan tersebut meliputi tugas selanjutnya sebagai hafizh, keutamaan al Quran dan pembacanya baik di dunia dan akhirat. Walaupun singkat, ceramah Syekh Ibrahim sarat ilmu dan penuh bobot dan  dipenuhi rujukan ayat, hadis, dan kitab penting.

Suasana menjadi syahdu setelah selesai penyerahan syahadah, para khotimin mengikuti prosesi sungkeman kepada Ibu Bapaknya. Terlihat air mata bahagia bercucuran dari hampir semua orang tua dan khotimin. Perjuangan, doa, dan harapan mereka tampak sekali terpancar dari ekspresi rasa yang terlihat nyata. Setelah acara selesai, sore dan malamnya dilaksanakan sambangan orang tua dan hiburan shalawat dan balasik dari Demak.(Ibnu Amir)

Share This

Comments