Pondok Pesantren Zhilalul Quran Raguklampitan Batealit Kabupaten Jepara akan menjadi tuan rumah kegiatan 'Halaqoh Pengasuh Pesantren Tahfizh al Quran se- Jawa Tengah'. Kegiatan yang merupakan kerjasama pesantren dengan Pimpinan Wilayah Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh (JQH) NU tersebut rencananya digelar pada hari Sabtu, 3 Mei 2025 mendatang. Sejumlah pokok bahasan penting bakal didiskusikan para ulama al Quran Jawa Tengah.
Halaqoh tersebut mengangkat tema 'Peluang dan Tantangan Kepengasuhan Pesantren Tahfizh al Quran di Era Digital'. Halaqoh dilaksanakan pada hari yang sama dengan agenda rutin tahunan PP Zhilalul Quran yakni Khotmil Quran dan Imtihan oleh 101 Hafizh- hafizhah baru. Ribuan orang akan hadir meliputi orang tua dan keluarga hafizh- hafizhah serta puluhan tamu undangan penting dari unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan lain.
Acara Khotmil Quran dan Imtihan digelar sejak pagi hari hingga siang menjelang waktu zhuhur. Berbagai persiapan terus dilakukan pihak pesantren termasuk upaya untuk bisa 'ngaturi rawuh' (menghadirkan) Menteri Agama RI dan Ketua Baznas RI. Demikian disampaikan KH Hasyim Sila al Hafizh melalui wawancara saat melakukan umroh dari tanah haramain Jumat (11/4).
Setelah istirahat siang, halaqoh dilaksanakan dan diikuti oleh 300-an Kiai dan bu Nyai dari Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang JQH NU dari 33 Kabupaten Kota se- Jawa Tengah. Menurut Ketua Umum PW JQH NU Jateng, Dr.KH Ali Imron, MAg al Hafizh, halaqah didasari pemikiran bahwa setiap pesantren termasuk yang menitikberatkan pada tahfizh memiliki uniqueness (keunikan, kekhasan) masing- masing, dan sering menjadi nilai lebih (keunggulan). Kekhasan itu bisa mencakup banyak aspek kepengasuhan termasuk proses pembelajaran di pesantren.
Dalam kaitan itu, berbagi praktek baik (best practices) yang ada serta pemikiran- pemikiran tentang kepengasuhan pesantren tahfizh yang ideal di era digital ini perlu didiskusikan. Hal itu diyakini akan memberi manfaat bagi pengembangan pesantren ke depan. Dengan kata lain, halaqah menjadi ajang silaturahim dan 'sharing session' para pengasuh pesantren tahfizh.
Adapun sejumlah pokok bahasan yang akan didiskusikan antara lain tentang 'Kebijakan Pesantren dan Harapan Terhadap Pesantren Tahfizh Secara Umum'. Direncanakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah akan dimohon memberikan keynote speech topik ini. Informasi tentang undang- undang pesantren serta sejumlah kebijakan penting dalam pembinaan pesantren diharapkan bisa disampaikan.
Selain itu pokok bahasan tentang 'Seperti Apa Sosok Hafizh/ ah yang Ingin Dicetak Pesantren Tahfizh di era Digital juga akan dibahas. Ini mencakup pengetahuan dan keterampilan apa yang sebaiknya dimiliki santri tahfizh. Dalam kaitan itu bagaimana kurikulum pesantren tahfizh yang ideal di era digital ini serta kajian apa saja yang sebaiknya dimasukkan akan didiskusikan.
Fenomena beberapa pesantren tahfizh yang telah memiliki pendidikan formal juga dibahas. Ini melingkupi bagaimana strategi kepengasuhan bagi pesantren tahfizh plus sekolah/ kampus.
Hal menarik lain yang didiskusikan adalah identidikasi siapa saja mitra kerja potensial bagi pesantren tahfizh. Bagaimana strategi membangun kemitraan yang bermanfaat bagi pesantren juga dikaji. Tidak lupa bagaimana merajut jejaring kerjasama antar pesantren tahfizh diangkat.
Bidang- bidang apa saja yang sebaiknya dibina dalam kerjasama menjadi gagasan penting juga. Selain itu bagaimana strategi membangun kemandirian ekonomi pesantren tahfizh dibahas. Peluang dan tantangan terkait beasiswa Tahfizh juga dibicarakan.
Selain pokok bahasan tersebut, kajian tentang fasilitas sarana prasarana ideal seperti kuota santri per kamar dimungkinkan dibahas. Hal ini merespon banyak orang tua santri dari kalangan menengah yang menginginkan putra- putrinya mondok dengan fasilitas memadai.Demikian juga dengan perbandingan jumlah atau rasio ideal Ustadz- Santri. Selain itu pencegahan perundungan dan kekerasan di pesantren serta pokok bahasan lain dalam lingkup kepengasuhan pesantren juga bisa menjadi bahan tulisan makalah.
Sekretaris Umum PW JQH NU Jateng Dr. H. Andi P. Amir menyatakan bahwa untuk menguatkan halaqah, panitia mengundang partisipasi PC JQHNU untuk hadir dan ikut urun rembug melalui makalah/ tulisan. Pemikiran tertulis yang terhimpun akan kami jadikan buku 'Bunga Rampai Pemikiran Kepengasuhan Pesantren Tahfizh'. Hingga berita ini dirilis, sudah banyak pengurus wilayah dan cabang yang menyatakan kesiapan mengirimkan naskah.


