Pimpinan Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) NU Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja di Pondok Pesantren Miftahul Huda Sawahjati Kaliwungu Kabupaten Kendal pada Jum’at 17 Januari 2025. Pesantren Tahfizh tersebut diasuh KH Ahmad Baduhun Badawi al Hafizh tersebut memiliki ribuan santri serta jenjang pendidikan formal hingga tingkat menengah atas. Raker dihadiri para pimpinan dari unsur Majlis ‘Ilmi dan Dewan Organisasi serta para koordinator bidang pembinaan Tilawah, Tahfizh, Qiroah Sab’ah, Kaligrafi, serta TPQ dan Pesantren dari berbagai kabupaten/ kota.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PW JQH NU Jateng Dr. KH Ali Imron al Hafizh menyampaikan progress organisasi yang mengalami perkembangan signifikan sejak 2021 dari aspek kelembagaan. Hampir semua Pimpinan Cabang di tingkat Kabupaten/ Kota se- Jawa Tengah telah terbentuk beserta Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kecamatannya. Kabupaten Banjarnegara dan Rembang segera menyusul. Di bulan ini, pelantikan dan rapat kerja Pimpinan Cabang JQH NU kabupaten Blora, Demak, dan Kebumen juga akan dilaksanakan.
Rapat berjalan dinamis dengan berbagai pemikiran yang saling melengkapi. Rois Majlis Ilmi PC JQH NU Kabupaten Demak, KH Masykuri Abdullah, MPd al Hafizh yang hadir bersama rombongan memperkenalkan kepengurusan baru Demak hasil Konfercab di Pesantren Darul Musthofa. Kiai Masykuri juga menyatakan harapannya agar SK bisa segera diterbitkan serta pelantikan dan rapat kerja pengurus Demak yang baru bisa dilaksanakan. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan di pesantrennya di Kecamatan Wedung.
Muhammad Noor Syamsul Huda dari Bidang Kaligrafi melaporkan beberapa program edukasi kaligrafi yang telah dijalankan. Selain itu Kiai Huda menanggapi pertanyaan tentang buku edukasi kaligrafi yang ringan untuk anak didik setingkat SD/ MI yang tengah diprosesnya. Harapannya buku ini bisa dicetak atas nama pengurus wilayah. Edukasi kaligrafi ke wilayah barat Jawa Tengah juga tengah direncanakan.
Kiai Haji Ahmad Aniq Munir, Lc MSi dari Bidang Qiroah Sab’ah menyatakan bahwa selama ini animo kegiatan Mudarosah Qiroah Sab’ah besar. Qiroah Sab’ah menjadi salah satu kekuatan bagi JQH yang tidak dimiliki organisasi al Quran yang lain. Oleh karenanya, hal itu mesti dirawat dan dikembangkan terus. Pewarisan ilmu dan sanad Qiroah Sab’ah diperlukan serta pembiasaannya melalui tadarus bersama menjadi penambah kekuatan.
Rapat kerja yang dipandu Sekretaris Umum Dr. H. Andi Purwono Amir menghasilkan beberapa kesepakatan program kerja penting. Pertama, bersama PP Zhilalul Quran Jepara yang diasuh KH Hasyim Sila, akan diselenggarakan 'Halaqah Pengasuh Pesantren Tahfizh se- Jateng: Sharing Session Kepengasuhan Pesantren Tahfizh" pada akhir April nanti. Kegiatan yang bersamaan dengan Wisuda Akbar ratusan Hafizh/ah baru tersebut juga direncanakan mengundang Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA al Hafizh.
Selain itu, Khataman Akbar dan Haul Pahlawan/ Syuhada Nasional III juga akan kembali diselenggarakan dengan mengambil momentum bulan November di mana terdapat Hari Pahlawan Nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahim tahunan ribuan hafizh/ hafizhah, mufassir, qori, dan penulis kaligrafi se- Jawa Tengah. Di forum tersebut juga diselenggarakan Mudarosah Qiroah Sab’ah, Edukasi dan Pameran Kaligrafi, Parade Tilawah para Qori Internasional, serta Bazar Aneka Produk UMKM karya Ibu- ibu JQH NU yang dimotori Ketua IV Nyai Hj. Haniq Maftuhah al Hafizhah.
Nyai Haniq juga menyatakan pentingnya publikasi setiap kegiatan JQH NU. Oleh karena itu, tenaga- tenaga baru putri akan siap mendukung pengolahan materi publikasi di berbagai media social. Secara khusus story di whattsap yang mudah diakses menajdi salah satu bidikan penting.
Sekretaris 2 Nyai Dr. Luthfiyah dalam kesempatan rapat juga melaporkan perkembangan usaha batik dan kerudung seragam. Permintaan dari anggota di berbagai kabupaten/ kota terus mengalir. KH Hasyim Sila dari Ketua JQH NU Kabupaten Jepara dan KH Abdullah Hamid Ketua PC JQH NU Demak bahkan memborong ratusan batik seragam dalam rapat tersebut.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulamqa (NU), JQH juga turut mempersiapkan kader qori, hafizh, mufassir, dan penulis kaligrafi bagi Jawa Tengah dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun STQ tingkat nasional dan nasional. Di bulan Februari, pimpinan wilayah juga akan mengirim dua orang pengurus untuk mengikuti Pendidikan Assessor Lembaga Sertifikasi Profesi Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (LSP-JQH) di Pusdiklat Kemenag RI Ciputat Jakarta. Diharapkan, ketersediaan assessor ini akan memudahkan proses uji kompetensi Baca Tulis al Quran (BTQ).
Peserta Raker juga menanti jadwal Kongres JQH NU di tingkat nasional pada tahun 2025 ini yang segera akan diselenggarakan oleh PBNU. Rapat kerja diakhiri dengan doa dipimpin Rois Majlis Ilmi Drs. KH AMdjad MPd al Hafizh. Bersama al Qur’an hidup semakin berkah.